Cute Blue Cloud -->

Monday, 28 May 2012

KINI AKU LAHIR

Inilah saat dan masanya
Inilah waktu dan ketikanya
Inilah detik dan hari bermulanya sebuah kehidupan

Ketika kejadian itu berlaku
Sunyi tidak suasananya
Kedengaran disebalik kamar kecil
Suara seorang wanita sedang bertarung lemah
Dalam keadaannya seakan nyawa-nyawa ikan
Mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan satu lagi nyawa
Bersyukur setinggi sebanyak gunung dan lautan tiada cukupnya
Kini dua nyawa yang bertarung itu masing-masing selamat
Terima kasih Tuhan kini aku selamat dilahirkan

Pada waktu itulah
Kedengaran ditelingaku azan dan iqamah buat pertama kalinya
Lalu bermula detik itu sehingga ke saat ini
Berhenti tidak aku mendengarnya kedua-dua alunan itu
Namun tiada yang serupa sebagaimana aku mendengarnya buat kali pertama
Kerana ia suara dari seorang lelaki yang tiada gantinya

Hari ini merupakan harinya
Walau sering sahaja ia berulang acap tahun
Namun berbagai peristiwa dan pengalaman telah ku tempuhi
Jatuh dan bangunku
Naik serta turunku
Segalanya bermula dari hari ini..

Terima kasih mama ayah..
Tanpa kalian mungkin aku tidak bisa menjadi seperti sekarang..


Tuesday, 15 May 2012

PALESTIN

Hari itu merupakan hari yang bersejarah
Waktu itu merupakan waktu puncak amarah
Saat itu merupakan saat yang parah
Detik itu merupakan detik luka masih berdarah

Bedilan meriam mereka letuskan tanpa amaran
Pedang tajam mereka menusuk menembusi rusuk
Senjata api mereka lepaskan ke sasaran tanpa belas kasihan
Lelaki mereka perlakukan seperti binatang
Anak-anak kecil mereka perlakukan umpama haiwan
Wanita mereka perkosa dengan hina
Golongan tua mereka perbuat seolah mereka tidak bernyawa

Kini mangsa-mangsa ini hidup gelandangan
Mangsa-mangsa ini menjadi pelarian dinegeri mereka sendiri
Tanah tempat tumpah betapa banyaknya darah mereka ini
Pemangsanya kini bermaharajalela
Pemangsanya kini besar gelak tawanya

Saudara-saudara ku..
Kami ini insan yang lemah
Malah lebih lemah dari kalian
Kami tak mampu berjuang di medan seperti kalian
Hanya doa dan sedikit bantuan mampu kami panjat serta hulurkan
Moga-moga kalian terus kuat agar kemenangan dapat kita capai..


Wednesday, 9 May 2012

MAMAKU IBUKU

Malam masih belum tamat
Bulan masih jelas terang kelihatan
Syahdu dingin bayu malam masih bisa dirasai
Simfoni indah melodi malam masih lagi berbunyi

Pada ketika waktu dan saat ini
Jaga dan bangkitnya seorang insan mulia
Membuka tahan kelopak matanya yang berat terpejam
Mengorbankan waktu enak beradunya
Melawan jiwa yang menginginkannya untuk terus diulit mimpi

Kehidupannya dimula seawal pagi
Cukup tidak tidurnya ditahankan sahaja
Penat letih semalam dilupakan terus
Titisan keringat serta beban tidak pernah dikira
Hanya dan cuma buat suami, anak-anak dan keluarganya

Mama...
Ibu...
Emak..
Ummi...
Walau apa panggilan yang kau terima
Kau tetap insan mulia
Pengorbananmu tidak aku ternilai
Jasamu tidak aku terbalas
Sungguh banyak yang telah kau lakukan
Hanya demi kami
Cuma kata-kata serta ucapan yang mampu ku luahkan disini


Mama...
Ibu...
Emak..
Ummi...
Terima kasih atas segalanya~


Thursday, 3 May 2012

SERIBU SATU LANGIT

Malam ini pandanganku beralih ke langit
Melihat kehebatan serta keindahan ciptaan-Nya
Apa yang ku tatap pada malam ini adalah sangat sempurna pada perkiraanku
Langit...
Cerah lapang lagi tidak tertutup
Awan...
Tak menebal lagi tidak memendung
Bintang...
Bersinar lagi indah disertai kerlipan yang berganti warna

Mungkin ada benarnya pabila dikata
Satu keburukan yang kita perlaku bakal menutupi
Seribu kebaikan yang pernah kita perbuat
Pernah dikata dek pepatah
Kerana nila yang setitik habis rosak susu sebelanga
Tiada salahnya kata-kata ini
Tiada silapnya pepatah ini

Namun
Tiada apa yang mustahil
Mungkin saja satu keburukan yang kita perlaku itu tidak dipandang
Dek kerana seribu kebaikan yang kita perbuat bisa menutupinya
Malah
Redup terharu rasa hati ini
Pabila kita diingati orang-orang dek kerana kebaikan yang pernah kita perbuat

Lihatlah ke langit
Ia pernah menurunkan lebat hujan hingga melimpah banjir
Lihatlah ke langit
Ia pernah memukul dengan taufan dan ribut hingga luluh musnah
Lihatlah ke langit
Ia pernah memancar kilat dan petir hingga gerun gemuruh semuanya
Namun jangan dikenang semua itu
Pandanglah dan ingatlah langit itu kerna indahnya
Ia pernah memancar sinar cerah hingga menggamit suasana
Ia pernah menyuluh terang sinar kehidupan
Ia pernah mengindah hias simfoni malam sempurna


There was an error in this gadget